Pada pagi berkabut di halaman sekolah menengah negeri itu, barisan siswa berdiri rapi — bukan hanya sebagai ritual pagi, tapi sebagai sisa-sisa sebuah tradisi panjang yang menautkan masa lalu negara dengan identitas generasi muda. Seragam yang dikenakan bukan sekadar kain; ia menyimpan simbol, memori, dan klaim atas narasi sejarah yang seringkali disusun dan dibingkai oleh yang berkuasa.
Saat acara dimulai, Arin dan Raffi bersama-sama dengan siswa-siswa lain memasuki lapangan sekolah. Mereka semua mengenakan seragam yang sesuai dengan periode sejarah yang mereka tiru. Arin merasa sangat bangga ketika ia melihat teman-temannya yang lain memerankan tokoh-tokoh sejarah dengan baik.
Mari bedah judulnya. Mengapa Seno memilih kata "Berseragam" daripada "Militer"?
Jika Anda memiliki teman yang memiliki buku ini atau bergabung dengan komunitas pecinta buku, Anda bisa mencoba meminjam buku tersebut.
: The book focuses on this key institution, analyzing its role in "image-making" through museums, monuments, and textbooks.