Selalu waspada terhadap apa yang dikonsumsi saat berada di luar rumah.

Tapi coba gali lebih dalam. Angkat tarik napas sebentar.

Masalah muncul ketika Rian, yang bangga dengan koleksi musiknya, mulai memainkan "Despacito" berulang kali setiap kali giliran playlistnya berlangsung. Sekilas, itu tampak sepele: siapa yang keberatan bila satu lagu diputar beberapa kali dalam satu malam? Namun frekuensi yang berlebihan menggerus kesabaran beberapa orang. Tia, yang lebih menikmati lagu nostalgia, merasa ruang bersama diambil alih oleh satu selera dominan. Andi, yang ingin suasana beda, menyarankan agar lagu‑lagu lain juga diberi giliran. Ketegangan kecil itu merefleksikan masalah yang lebih besar: bagaimana menghormati preferensi individu sambil menjaga kenyamanan kolektif.

Ini bukan soal lagunya Luis Fonsi. Ini soal . Lo pengen momen itu jadi privat, tapi dunia memaksanya jadi publik. Lo pengen ngobrol soal masa depan, tapi yang terjadi adalah teman-temanmu teriak-teriak lirik Spanyol yang mereka juga nggak ngerti artinya, sambil ketawa gembira menutupi kesunyian yang sebenarnya ada di hati masing-masing.